Menurutnya pelantikan itu menandakan Jokowi tidak sensitif dengan dua pelanggaran etik yang telah dilakukan Arief dan desakan mundur yang disuarakan oleh sejumlah masyarakat dan beberapa guru besar.
"Kalau presiden sudah tidak sensitif terhadap dua pelanggaran itu, ada apa dengan penunjukan Pak Arief. Memang dia orang yang terbaik? Menurut saya enggak. Sejak awal dia sudah aneh," kata Desmond di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini ranah presiden. Masyarakat sipil biasanya menyerang ke mana-mana. Sekarang berani enggak menyerang penguasa," ujarnya.
"Dalam rangka kepentingan apa mereka meminta untuk mengulang. Lalu coba dikoreksi juga ada di internal MK sendiri. Ada apa sih sebenarnya di sana," kata Junimart terpisah.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan enggan mengomentari desakan masyarakat meminta dirinya tidak mengambil sumpah jabatan Arief Hidayat sebagai Hakim Konstitusi lagi.
"Jangan suruh saya masuk ke wilayah yang bukan wilayah saya," ucap Jokowi di Istana Negara, Selasa (27/3).
Jokowi menegaskan Arief Hidayat merupakan salah satu Hakim Konstitusi yang dipilih DPR. Sebelum disahkan melalui rapat paripurna, Arief diuji kelayakan dan kepatutannya oleh Komisi III DPR. (dal/wis)