Hal itu disampaikan pengacara Rizieq, Kapitra Ampera kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/3).
Kapitra menegaskan Rizieq juga belum pernah menyebutkan akan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di pilpres 2019 seperti yang diklaim oleh politikus Gerindra Andre Rosiade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade, calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said juga datang mengunjungi Rizeq di sela-sela melaksanakan ibadah umrah. Jauh sebelum itu, politikus senior PAN Amien Rais dan anaknya, Hanafi Rais datang menemui Rizieq.
Selain itu, beberapa politikus PKS seperti Salim Segaf Al Jufri dan Jazuli Juwaini juga menemui Rizieq dalam waktu yang berbeda.
"Saya terakhir ketemu Habib Rizieq tanggal 14 Maret kemarin. Ketemu empat mata buat meluruskan pemberitaan. Intinya Habib Rizieq bilang tidak pernah kasih dukungan politik pada capres. Habib Rizieq kalau mau bicara serius tidak ke sembarangan orang dan tidak mau ramai," ungkap Kapitra.
Foto: Dok. Andre Rosiade Wasekjen Gerindra mengklaim Rizieq mendukung Prabowo di Pilpres 2019 |
Melalui pertemuan-pertemuan itu, Rizieq hanya menyampaikan pesan-pesan penting soal bagaiamana berpolitik dan memimpin dalam hukum Islam.
Bicara politik, Rizieq juga hanya pernah mengutarakan keinginannya untuk membentuk koalisi partai pendukung aspirasi umat Islam seperti Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
"Wallahua'lam (soal dimanfaatkan). Intinya walaupun banyak politisi datang belum ada dukung mendukung," tutur Kapitra.
Dia juga membantah Rizieq tergiur untuk mencalonkan diri sebagai presiden di pilpres 2019. Walau didorong banyak ulama dan masyarakat, Rizieq hanya ingin NKRI bisa aman dan bisa menghadirkan kondisi yang nyaman bagi umat Islam. (dal/wis)
Foto: Dok. Andre Rosiade Wasekjen Gerindra mengklaim Rizieq mendukung Prabowo di Pilpres 2019