Menurut Kepala Desa Ciloto, Tjutju Hidayat, kerugian ditaksir bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dia mengatakan curah hujan yang tinggi mengakibatkan pergerakan tanah di bagian bawah tebing Puncak Pass yang sempat longsor beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan material longsor merusak bangunan hunian milik TNI Angkatan Darat di bagian dinding dan lantai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah sampaikan laporan kejadian tersebut ke BPBD Cianjur, agar segera melakukan pendataan dan pengawasan sebagai upaya antisipasi meluas pergerakan tanah yang mengancam perkampungan warga," ujarnya.
Namun, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas, dan hanya kendaraan roda empat serta kendaraan berat yang kembali dilarang melintas sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Kami mengarahkan arus lalu lintas dengan tujuan Bogor atau sebaliknya mengambil jalur alternatif Jonggol atau Sukabumi. Jalur Puncak hanya bisa dilalui sepeda motor untuk mengurangi beban agar tidak kembali terjadi longsor," katanya di lokasi, dikutip Antara.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah pergerakan tanah agar tidak meluas. Dilaporkan longsor juga menyebabkan kerusakan bangunan rumah makan, kamar dan dapur milik Hotel Puncak Pass.
"Sampai dini hari pergerakan tanah masih terjadi, meskipun skalanya kecil," kata Soliyah.
(aal)