"Ketimpangan pada zaman Megawati mencapai 0,72," kata Drajad dalam diskusi 'Data Ketimpangan Lahan' yang digelar Fraksi PAN di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (29/3).
Menurutnya, tingginya rasio gini pada era Magawati sesuai dengan data yang dipresentasikan oleh Megawati Institute pada Desember 2017. Data yang diberi judul 'Hasil Riset Oligarki Ekonomi' itu menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data BPS, hasil sensus setiap sepuluh tahun sekali, pada tahun 1973 rasio gini sebesar 0,55, tahun 1983 sebesar 0,5, dan tahun 1993 sebesar 0,64.
Drajad Wibowo menyayangkan sikap pemerintah dan Luhut soal kritik Amien Rais. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Dengan asumsi tersebut, Drajad menjelaskan rasio gini dari persentase itu berkisar antara 0,72 dan 0,73. Tudingan Amien, kata dia, hanya berbeda sedikit dengan yang disampaikan oleh BPS mengutip dari presentasi Megawati Institute.
"Pak Amien menyebutkan pada angka 74 persen itu kalau 1 persen penduduk menguasai 74 persen dari aset itu rasio gininya jatuhnya di sekitar 73 atau sekitar 72. Jadi yang disampaikan oleh Pak Amien konsisten dengan rasio gini yang resmi diterbitkan oleh BPS dan digunakan oleh Megawati Institute," ujarnya.
Drajad menilai pembagian sertifikat lahan yang dilaksanakan oleh Jokowi bukan termasuk ke dalam reforma agraria teapi merupakan hasil akhir dari reforma agraria.
Drajad menjelaskkan salah satu bentuk reforma agraria adalah redistribusi lahan berupa mekanisme pembagian lahan untuk orang yang sejatinya tidak memiliki lahan.
"Bagi-bagi sertifikat menjadi agenda reforma agraria ketika sertifikat yang diberikan berasal dari redistribusi tanah," ujar Drajad.
Bahkan dari seluruh sertifikat itu, Drajat menyebut hanya sekitar 8,5 persen yang berasal dari redistribusi lahan.
"Redistribusi itu juga tidak dijelaskan milik siapa," ujarnya.
Dia menilai pernyataan Amien justru satu peringatan kepada Jokowi agar dapat melihat realita yang ada terkait penguasaan lahan di Indonesia saat ini.
"Isu ini telah bergeser dari yang substansinya. Pak Amien itu mengatakan Pak Jokowi bagi-bagi sertifikat itu okay memang harus dilakukan tapi jangan hanya itu. Ini ada masalah ketimpangan penguasaan lahan yang sangat besar yang harus segera diselesaikan," kata Drajad. (dal/asa)
Drajad Wibowo menyayangkan sikap pemerintah dan Luhut soal kritik Amien Rais. (CNN Indonesia/Andry Novelino)