Sebab, wajah putra SBY sekaligus Ketua Koordinator Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut banyak ditemukan di beberapa baliho.
"Bukankah baliho AHY juga terpasang di sejumlah tempat, apakah ini bagian dari yang disindir?" ujar Wakil Sekretaris Jenderal PPP Ahmad Baidowi dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baliho yang memasang foto Ketua Umum Muhammad Romahurmuziy itu disebutnya merupakan cara baru untuk mengenalkan PPP kepada publik.
"Semua orang berhak dipilih dan memilih, diliindungi konstitusi kok, selain baliho-baliho itu dari inisiatif masyarakat," kata Daniel kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (31/3).
Daniel mengklaim karena bukan keinginan dari PKB untuk memasang foto Cak Imin di baliho, dia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai pernyatan SBY tersebut.
"Tidak bisa seorang tokoh lantas dengan gagah berani memasang fotonya di billboard, di baliho, di mana-mana, siap jadi capres siap jadi cawapres," kata SBY di akun Facebook-nya pada Jumat (30/3).
Menurut SBY, Demokrat tidak akan berperilaku seperti itu. Demokrat akan menghitung terlebih dulu dengan seksama jika ingin mengajukan atau mengusung capres dan cawapres di pilpres 2019 mendatang.
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya menganggap hal tersebut masih wajar dan tidak menyalahi peraturan kampanye.
"Kalau dalam pandangan KPU, itu belum bisa diatur dalam ketentuan kampanye," kata Wahyu di kantornya, awal Februari lalu.
Namun Wahyu enggan berkomentar terkait masalah etika. Wahyu mengatakan, KPU tidak memiliki wewenang untuk menyimpulkan hal tersebut. Dia pun tak ingin berkomentar daripada menimbulkan spekulasi di masyarakat. (dal)