Awalnya Fahri menuliskan tanda pagar (tagar) #partaiplangaplongo dan #presidenplangaplongo saat menanggapi unggahan cuplikan video akun Twitter yang lain.
"Saya terpaksa cari arti kata #PlangaPlongo kok saya enggak lihat arti negatif 100% ya? Kok saudara tersinggung?" kata Fahri dalam kicauan keduanya dengan tagar #plangaplongo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri mengatakan, jika tidak ingin disebut planga plongo atau bengong karena tidak memahami sesuatu, maka sebaiknya orang yang tersinggung membuat dirinya paham. Menurutnya, negara akan lebih baik jika dipimpin oleh orang yang paham sehingga rakyat bisa bahagia.
[Gambas:Twitter]
Ia menegaskan, planga plongo tidak menyerang pribadi siapapun dan lebih bersifat umum. Seakan mengaitkan dengan kicauan Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebelumnya soal Presiden Rusia Vladimir Putin, Fahri menyatakan tidak setuju pada putinisme, namun juga tidak setuju dengan planga plongo.
"Keduanya ekstrem dan berbahaya, demokrasi itu pemimpinnya normal," katanya.
Di kicauan selanjutnya, Fahri dengan tegas menyebut Presiden Joko Widodo. "Saya juga enggak suka gara-gara Jokowi tampak terlalu lemah lalu kita ingin kembali dipimpin tangan besi. Pasti kita enggak mau kembali ke masa lalu. Kita ingin pemimpin yang dicintai. Yang menciptakan musim yang romantis bagi pikiran dan khayalan," katanya.
Karena itu ia menilai, ada baiknya seorang pemimpin itu dibahas dengan detail. Pemimpin menurutnya boleh digibah. "Salahnya dia merusak bangsa dan baiknya dia menyelamatkan umat manusia," katanya.
[Gambas:Twitter]
"Jangan takut bicara tentang pemimpin apa adanya... Bicara jujur bukan kriminalitas. Menghina pemimpin baru kriminal kalau dilaporkan. Temukan pemimpin yang terbaik. Kita berhak," kata Fahri.
Sebelumnya Fadli Zon berkicau soal perlunya pemimpin seperti Vladimir Putin untuk Republik Indonesia. Ia juga menulis kata planga plongo dalam kicauannya itu.
"Kalau ingin bangkit dan jaya, RI butuh pemimpin seperti Vladimir Putin: berani, visioner, cerdas, berwibawa, enggak banyak ngutang, enggak planga plongo," kata Fadli.
Belakangan Fadli juga menulis bahwa Putin itu bisa juga singkatan dari Prabowo untuk Indonesia. (sur)