Hal tersebut disampaikan Indri saat bersaksi untuk terdakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, dokter Bimanesh Sutarjo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (2/4).
Menurut Indri, dirinya menggunakan jarum infus khusua anak lantaran pembuluh darah vena di tangan kanan Setnov tak muncul. Dia akhirnya menggunakan jarum yang berukuran lebih kecil agar bisa masuk ke pembuluh vena terdakwa korupsi proyek e-KTP itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indri mengaku kesulitan saat mencari pembuluh darah di tangan Setnov. Dia pun sempat dikagetkan oleh Setnov lantaran menggerakan tangannya dengan keras saat dirinya tengah mencari pembuluh darah.
"Bapaknya pas dipasang, saya dengar kata-kata 'sakit', kak Indri terus mencari pembuluh darah, akhirnya dapat," kata dia yang juga bersaksi untuk terdakwa Bimanesh.
Nurul menyebut jarum infus yang dipakai Setnov memang yang biasa digunakan untuk anak-anak. Namun, kata Nurul jarum infus tersebut bisa digunakan oleh pasien dewasa jika memang sulit ditemukan pembuluh darah vena atau ukuran pembuluh darah venanya kecil.
Sama seperti kesaksian Indri, Nurul mengaku tak melihat luka-luka yang serius di wajah maupun tubuh Setnov. Nurul juga membantu Indri saat memasangkan perban di dahi mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.
"Ada luka lecet-lecet, enggak ada berdarah sama sekali. Sudah dibersihkan tutup kasa (perban)," tuturnya.