Fraksi Gerindra menilai demikian karena jumlah pengangguran lebih besar ketimbang jumlah lapangan kerja yang ditargetkan dalam program OK OCE.
Hal itu disampaikan anggota Gerindra Fajar Sidik dalam rapat paripurna tanggapan fraksi atas Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2018-2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per Agustus 2017, kata Fajar, jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 346.940 ribu jiwa dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,14 persen dari total angkatan kerja. Tingkat pengangguran di lbu Kota tersebut juga jauh di atas TPT nasional, yakni 5,5 persen.
Sementara, pasangan Aies-Sandi yang diusung oleh Gerindra menargetkan terciptanya 200 ribu lapangan kerja dalam lima tahun masa kepemimpinan mereka melalui OK OCE.
"NasDem meminta menyandingkan program pengadaan modal kepada para calon pewirausaha tersebut sekurang-kurangnya Rp5 miliar untuk setiap kecamatan," kata Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus.
Menurutnya, program OK OCE tak ubahnya sebatas pelatihan. Dengan pemberian modal, diharapkan kegiatan wirausaha makin bergerak.
"Mengingat kondisi real di lapangan terkait pelaksanaan program ini, hanya sebatas pelatihan-pelatihan dan penyuluhan saja," ujarnya.
"Tentunya dari segi mekanisme, kami masih berpendirian bahwa institusi keuangan itu yang lebih memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memberikan pinjaman. Tapi, kita apresiasi Pak Bestari dan Nasdem, kita akan berikan tanggapan," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Sandi menegaskan program OK OCE bukan bertujuan untuk penyediaan modal bagi pesertanya. Pemodalan itu akan dikerjasamakan dengan lembaga keuangan terkait. (arh)