Proyek ini diklaim sebagai underpass bercabang pertama di Jakarta. Kendaraan yang datang dari Jalan Proklamasi bisa menuju dua arah yang berbeda, yaitu Matraman Raya dan Pramuka.
Underpass ini memiliki panjang jalan 700 meter dan lebar 7 meter. Dinding terowongan ditutup dengan beton precast berukuran 60x60 sentimeter. Proyek tersebut diperkirakan memakan anggaran sebesar Rp118 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji coba ini mundur dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan underpass Matraman akan diuji coba pada 1 April.
Menurutnya, pihak Dishub DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya harus menyiapkan dan mengevaluasi efektivitas jalan untuk mengurai kemacetan.
"Beliau [Sandiaga Uno] minta per 1 April open traffic. Nah, pada prinsipnya kondisi underpass sudah siap. Hanya, yang namanya uji coba open traffic itu harus ada rapat teknis karena bicaranya penataan kawasan," kata Sigit, saat dihubungi, Senin (2/4).
Pelaksanaan uji coba underpass Matraman dilakukan lebih cepat daripada terowongan Mampang-Kuningan. Pengerjaan terowongan di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto juga ditargetkan rampung bulan April 2018.