Tiga Warga Srengseng Sawah Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan
Gloria Safira Taylor | CNN Indonesia
Selasa, 03 Apr 2018 14:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ditemukan tewas usai menenggak minuman keras oplosan yang dijual di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan ketiga korban membeli minuman oplosan kepada pedagang berinisial RS.
Selain ketiga orang tersebut, terdapat lima orang lainnya yang juga membeli minuman oplosan tersebut.
"Sementara ini tiga yang meninggal akibat minuman itu," ujar Indra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (3/4).
Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, sebanyak empat orang yang berada di kawasan Beji, Depok juga tewas usai mengonsumsi minuman oplosan yang dibeli dari RS.
Selain empat orang tersebut juga terdapat 16 orang lainnya yang masih menjalani pengobatan di rumah sakit.
Namun Indra belum dapat memastikan apakah keempat orang yang meninggal di Depok akibat dari minuman RS.
"Sedang kami dalami, katanya sih jual tetap di situ (Jagakarsa) hanya minuman dibawa (dibeli) ke Beji. Kami masih koordinasi, masih didalami," tuturnya.
Saat ini, Indra mengatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap RS. Dia juga masih melakukan uji laboratorium minuman keras yang dijual RS.
"Lagi kami uji lab dulu minumannya. Kemudian salah satu korban diautopsi dulu," ujarnya. (dal/sur)
Kapolres Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan ketiga korban membeli minuman oplosan kepada pedagang berinisial RS.
Selain ketiga orang tersebut, terdapat lima orang lainnya yang juga membeli minuman oplosan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, sebanyak empat orang yang berada di kawasan Beji, Depok juga tewas usai mengonsumsi minuman oplosan yang dibeli dari RS.
Namun Indra belum dapat memastikan apakah keempat orang yang meninggal di Depok akibat dari minuman RS.
"Sedang kami dalami, katanya sih jual tetap di situ (Jagakarsa) hanya minuman dibawa (dibeli) ke Beji. Kami masih koordinasi, masih didalami," tuturnya.
Saat ini, Indra mengatakan masih melakukan pemeriksaan terhadap RS. Dia juga masih melakukan uji laboratorium minuman keras yang dijual RS.
"Lagi kami uji lab dulu minumannya. Kemudian salah satu korban diautopsi dulu," ujarnya. (dal/sur)