Menurutnya, pernyataan itu merupakan bentuk ketidakpahaman politik. Pernyataan Prabowo menurutnya tidak perlu sampai menunjukkan elite yang dimaksud.
"Jadi kalau berbicara itu apakah kemudian harus menunjuk orang? Memangnya kita sedang melakukan fit and proper test," kata Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Christie Stefanie) |
"Ini kan kaya saya bicara plonga-plongo, kemudian saya harus bicara siapa plonga-plongonya? Memang ini kuis atau apa?" ujar Fadli.
Dengan demikian, kata dia, Prabowo tidak perlu menujuk atau mengungkapkan elite politik yang dimaksud.
"Kan bicara banyak masa harus disebut satu-satu, kecuali memang kalau menyebut nama. Saya kira ini bahan untuk introspeksi terhadap kita semua," ujarnya.
Kemarin, Ketua MUI Ma'ruf Amin meminta Prabowo Subianto menunjuk langsung orang atau elite di Jakarta yang ditudingnya membohongi publik.
"Orangnya mana? Tunjuk nama, tunjuk hidung saja. Jangan melempar tidak jelas," kata Ma'ruf di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (2/4).
Sebelumnya, Prabowo menyatakan elite Indonesia bodoh dan serakah karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat sehingga kesenjangan ekonomi makin membesar.
Tak hanya itu, elite juga disebut Prabowo bermental maling karena hatinya beku, kerap menggelembungkan anggaran dan tidak setia kepada rakyat.
Kendati demikian, ia tidak menyebut nama saat itu. Oleh sebab itu, Ma'ruf berpendapat pernyataan Prabowo nantinya mengakibatkan orang bebas berasumsi dan menunjuk oknum.
Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)