Menurut Ferdinand, asumsi dibuat oleh Romi, sapaan Romahurmuziy, dibangun dari sundut pandang pihak pendukung Jokowi.
"Mungkin Romi melihat dari sudut pandang pendukung Jokowi, sehingga berasumsi bahwa Demokrat akan dukung Jokowi. Kami meyakini bahwa Romi berasumsi sendiri," ucap sosok yang merupakan Ketua Divisi Hukum Demokrat itu dalam keterangan tertulis, Kamis (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tidak ada pertemuan khusus yang dilakukan oleh keduanya dan hanya membahas topik yang bersifat umum saat berada di atas panggung kampanye bersama.
Ferdinand menegaskan Demokrat belum menentukan sikap soal siapa akan didukung atau diusung dalam Pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, sejumlah kemungkinan masih terbuka, termaksud mendukung Jokowi atau membentuk poros koalisi baru.
Ferdinand menambahkan, pengumuman bakal capres bakal diusung Demokrat akan dilakukan sekitar Juli atau setelah pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.
"SBY selalu menyampaikan bahwa Demokrat belum saatnya menentukan sikap, semua opsi masih terbuka bagi Demokrat," ujar Ferdinand.
Sebelumnya, Romi memprediksi Demokrat akan bergabung dengan koalisi pengusung Jokowi. Romi mengklaim dia telah bertemu dengan SBY untuk membahas koalisi di pemilihan presiden 2019.
"Feeling (perasaan) saya Partai Demokrat pada akhirnya akan bergabung dengan koalisi pemerintahan ini untuk mendukung Pak Jokowi," ujar Romahurmuziy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/4) kemarin.
Dalam pertemuan itu, Romi mengklaim sempat membahas soal Pilpres 2019. Yaitu membahas poros ketiga dan mengajak Demokrat bergabung mendukung Jokowi. (ayp/gil)