Namun, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto menyatakan ancman tsunami itu adalah prediksi peneliti yang kemudian terlanjur jadi konsumsi publik.
Sementara itu, secara terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun telah memetakan potensi kerawanan tsunami di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tsunami yang meratakan Banda Aceh terjadi pada 2004 silam. Tragedi yang terjadi pada 26 Desember 2004 itu kemudian ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi.
"Sampai saat ini saya rasa masih sesuai, kami evaluasi peta itu sejak 2001 sampai sekarang," ujar Jaya.
Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 ditetapkan PBB sebagai bencana kemanusiaan terbesar. (REUTERS/Beawiharta) |
Sebelumnya sempat marak pemberitaan terkait isu potensi tsunami yang akan terjadi di Pandeglang setinggi 57 meter. Itu sendiri sebetulnya masih merupakan hasil modeling penelitian para pakar, dan perlu diuji validasinya.
Potensi tsunami di Jawa bagian Barat yang dimaksud adalah hasil kajian akademis awal dari simulasi model komputer, menggunakan sumber tsunami dari gempa bumi di tiga titik potensi gempa bumi "megathrust", Enggano, Selat Sunda dan Jawa Barat bagian Selatan.
Skenario terburuknya itu (total ada enam skenario), jika gempa terjadi secara bersamaan di tiga titik potensi gempa, dan dengan skala tertinggi, 9 skala richter (SR). Skenario ini apabila dibuat simulasi permodelan, maka akan menimbulkan tsunami yang dahsyat.
Hasil simulasi model komputer dari skenario terburuk ini mengindikasikan ketinggian tsunami di wilayah pantai Utara Jawa bagian Barat maksimum mencapai 25 meter (m), dan di wilayah pantai barat-selatan maksimum hingga 50 m.
Saat diwawancara CNNIndonesia TV pada Kamis (5/4) pagi, Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan prediksi megathrust yang juga menimbulkan tsunami hingga puluhan meter itu disampaikan peneliti Balai Pengkajian Dinamika Pantai BPPT Widjo Kongko. Atas penyampaian ini, Unggul mengaku sudah menegur Widjo.
Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 ditetapkan PBB sebagai bencana kemanusiaan terbesar. (REUTERS/Beawiharta)