Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Oskar Herliansyah mengatakan ambruknya plafon itu akibat perawatan reguler gedung.
"Jadi mereka lagi maintenance regular, lalu ada yang menetes, kemudian dilakukan perbaikan segala macam jadi airnya ke bawah sehingga bocor ke plafonnya," ujarnya, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar ambruknya plafon itu diketahui dari video yang beredar dari grup Whatsapp yang menggambarkan air yang mengucur cukup deras dari atap. Sementara, plafon terlihat terbuka berbentuk persegi dengan diameter sekitar satu meter.
Di bagian lantai, terlihat puing-puing plafon yang jatuh tak teratur dan tersiram air. Kejadian tersebut berada di Lantai GF Tower 1 BEI dekat tempat makan Pojok Halal.
Lubang besar di bagian plafon tersebut, dijelaskan Oskar karena kebocoran yang besar.
"Bayangin saja seperti keran, jadi waktu dibuka keluar airnya besar, kan harus diganti sambungan," tuturnya.
Akibat peristiwa ini, Oskar mengatakan akses Tower I sempat ditutup selama 15 menit karena lantai licin. Para pegawai pun mengepel dan mengeringkan lantai tersebut.
Meski demikian Oskar mengatakan saat ini situasi di Gedung BEI sudah kembali normal.
Dalam tragedi ambruknya selasar Gedung BEI Tower II pada 15 Januari lalu ada lebih dari 60 korban luka yang sebagian besar merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Palembang.