Dari pantauan CNNIndonesia.com, Luhut datang lebih awal, yakni sekitar pukul 12.45 WIB, dengan mengenakan kemeja warna putih dan ditemani ajudannya.
Pensiunan jenderal bintang empat TNI AD itu langsung berjalan menuju ke salah satu ruangan di restoran khas Jepang ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo sempat sejenak berhenti di depan pintu masuk restoran untuk meladeni permintaan foto beberapa tamu restoran.
Belum diketahui pasti topik pembicaraan keduanya. Ajudan Luhut dan Prabowo pun menunggu di tempat yang berbeda di dalam restoran Jepang itu.
Luhut Binsar Pandjaitan berbincang dengan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, 2016. (Foto: OIC-ES2016/Akbar Nugroho) |
Dalam pertemuan tertutup di sebuah ruangan di restoran itu, sesekali terdengar suara tawa dari Prabowo maupun Luhut.
Mereka berdua keluar bersamaan dari dalam restoran sekitar pukul 14.30 WIB. Keduanya sempat berbincang di depan restoran sebelum akhirnya berjalan secara terpisah.
Prabowo yang ditemani empat ajudannya berjalan menuju lift, sementara Luhut bersama seorang ajudannya menuruni anak tangga menuju mobil yang terparkir di depan lobi Grand Hyatt.
Pertemuan kedua tokoh politik ini terjadi selang sehari setelah Prabowo menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (5/4), dan menyatakan belum akan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (Capres) 2019.
Prabowo menyebut alasan itu adalah karena belum memiliki tiket untuk maju pada Pilpres 2019.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Jakarta, Kamis (5/4). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
Wacana pencalonan Prabowo untuk maju sebagai capres baru didengungkan oleh kelompok-kelompok di dalam partai Gerindra.
Selain itu, pertemuan antara Luhut dan Prabowo berlangsung setelah ketua partai Gerindra ini mengeluarkan kritik keras terhadap kelompok yang disebutnya elite Indonesia.
Belum lama ini, dalam sebuah sosialisasi Prabowo sempat menyatakan bahwa elite Indonesia "bodoh dan serakah" karena mengesampingkan kesejahteraan masyarakat, sehingga kesenjangan ekonomi semakin membesar.
Prabowo juga menyatakan banyak petinggi negara bermental maling karena hatinya beku, kerap menggelembungkan anggaran, dan tidak setia kepada rakyat.
Selain itu, dia juga memprediksi Indonesia akan bubar pada 2030 akibat penguasaan aset hanya oleh segelintir orang. Prabowo mengakui bahwa prediksi itu didasarkan oleh novel 'Ghost Fleet: A Novel of the Next World War'.
Luhut Binsar Pandjaitan berbincang dengan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, 2016. (
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Jakarta, Kamis (5/4). (