Kalau dibiarkan, ucap Slamet, kasus penistaan agama akan terus berulang di Indonesia.
"Yang kedua kami ingatkan jangan sampai kegaduhan di negara kita terulang lagi, kalau sampai ini kasus tidak diproses tidak menutup kemungkinan kasus Ahok terulang lagi, tidak menutup kemungkinan kami akan datang lebih besar lagi," kata Slamet, Jumat (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Bela Islam 64 sendiri diinisiasi Persaudaraan Alumni 212. Aksi ini menuntut kepolisian untuk menangkap Sukmawati Soekarnoputri.
"Insyaallah hari Senin ada pemeriksaan kepada Ibu Sukmawati," ujar Eggi di atas mobil komando kepada peserta Aksi Bela Islam 64.
Dalam pertemuan itu, Eggi menyebut dirinya dan beberapa delegasi peserta Aksi 64 menyampaikan agar kepolisian secepatnya memproses Sukmawati karena menistakan agama Islam lewat puisi Ibu Indonesia.
Eggi mengatakan pihaknya menilai Sukmawati melakukan penistaan agama karena dalam azan ada dua kalimat syahadat yang sakral bagi umat Islam.
Dalam puisi itu, Sukmawati menyebut 'yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok... Lebih merdu dari alunan azan mu'.
"Dalam konteks itu, logikanya untuk apa menunggu lagi? Kami lihat saja Senin ada pemeriksaan atau tidak," tutur Eggy.
(wis)
"Dalam konteks itu, logikanya untuk apa menunggu lagi? Kami lihat saja Senin ada pemeriksaan atau tidak," tutur Eggy.