Menurut Airlangga, pertemuan kedua tokoh politik dan militer merupakan hal yang biasa. Airlangga tak mempermasalahkan bila ada lobi-lobi dalam pertemuan Luhut dengan Prabowo tersebut.
"Ya biasa aja. Tokoh-tokoh militer bertemu ya biasa. Lobi-lobi jalan terus, ya silakan saja," kata Airlangga, di sela-sela acara Orientasi Fungsionaris Tingkat Pusat, di Hotel Redtop, Jakarta, Sabtu (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut merupakan salah satu kader Golkar yang duduk di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Sementara itu Prabowo memimpin Gerindra sebagai partai oposisi pemerintah. Meskipun demikian, keduanya telah bersahabat ketika sama-sama di baret merah atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Saat disinggung lobi-lobi yang dirinya maksud dalam pertemuan Luhut dengan Prabowo terkait Pilpres 2019, Airlangga meminta agar ditanyakan langsung ke Luhut. Menurut Airlangga, Luhut akan hadir dalam acara Orientasi Fungsionaris Tingkat Pusat ini.
Menteri Perindustrian itu, enggan mengomentari lebih lanjut mengenai pertemuan Luhut dan Prabowo. Dia hanya memastikan bahwa partainya telah solid mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.
"Sekarang kan Prabowo belum mencalonkan. Kedua, kami solid dukung presiden dua periode," ujarnya.
Luhut dan Prabowo bertemu empat mata di Hotel Hyatt. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Tidak diketahui pasti apa yang dibahas keduanya dalam bincang-bincang berlangsung sekitar 1,5 jam itu. Setelahnya, pensiunan jenderal TNI AD itu pun keluar bersamaan dari dalam restoran.
Luhut yang dikonfirmasi CNNIndonesia.com terkait pertemuan dengan Prabowo menolak berkomentar. Dia memilih langsung masuk ke dalam mobilnya. (dal)
Luhut dan Prabowo bertemu empat mata di Hotel Hyatt. (