Dilansir dari Antara, sebanyak 1.812.565 di 18.353 atau 91 persen siswa sudah mengikuti UNBK sementara 171.003 siswa masih mengikuti UN berbasis kertas pensil di 2.790 sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengklaim persiapan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, 9-12 April, sudah matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemenuhan sarana seperti komputer dilakukan secara bertahap. Dari tahun ke tahun ada penambahan".
Sementara itu Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonsia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan UN masih diwarnai kesulitan sinkronisasi karena kesiapan teknisi yang kurang memadai khususnya di Madrasah Aliyah (MA).
"Mereka kekurangan jumlah komputer sehingga sekolah harus pinjam ke pihak-pihak lain, dan biaya tambahan yang lebih besar dibandingkan jika UN berbasis kertas, apalagi sebagian besar melakukan UNBK dalam tiga sesi walaupun ada yang satu sesi seperti sekolah swasta di Jakarta," kata Heru.
Lihat juga:Anies Bakal Tindak Bimbel Pembocor Soal USBN |