Namun ternyata aksi bagi-bagi sembako ini biasa dilakukan Jokowi saat berkunjung ke daerah. Namun hal ini memang dinilai bisa mempengaruhi tingkat keterpilihannya.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menilai hal itu wajar sebagai bentuk komunikasi pemimpin dengan rakyatnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Facebook]
"Kunjungan kemana pun itu wilayah kepemimpinannya, dan belum masuk masa kampanye juga, lagipula enggak mengajak memilih pas Pilpres juga kan," kata Gun Gun.
[Gambas:Twitter]
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mempermasalahkan pembagian sembako ini dan meminta Istana harus memberi penjelasan soal pembagian sembako.
"Harus ada penjelasan kenapa bisa begini. Apakah sudah jadi protap [prosedur tetap] bagi-bagi sembako pas kunker @jokowi?" cuitnya, pada Minggu (8/4).
Sejumlah warganet alias netizen pun mengaitkan pembagian sembako dengan tahun politik.
[Gambas:Twitter]
Kapolres Sukabumi Ajun Komisaris Besar Nasriadi membenarkan bahwa kupon sembako itu sengaja dititipkan kepada Polsek Palabuhanratu oleh Jokowi untuk dibagikan kepada nelayan. Jumlahnya mencapai 1.500 kupon.
"Itu sembako karena kan beliau tidak sempat lagi ketemu sama warga dan nelayan karena waktunya mepet. Jadi sembako tersebut dititipkan di Polsek Palabuhanratu untuk dibagikan ke nelayan," kata dia, Minggu (8/3), seperti dikutip dari Detik.com.
Diberitakan sebelumnya, Jokowi melakukan pembagian sembako sejak lama di sejumlah tempat. Pada 1 September 2015, Jokowi melakukan pembagian sembako saat berkunjung ke kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, dan Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Pada 10 September 2015, Jokowi juga melakukan pembagian sembako di Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dan di Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Selain itu, Jokowi membagikan 3.000 paket sembako bagi warga Lebak, Banten, 4 Juli 2016.