Korban Tewas Miras Oplosan Cicalengka Jadi 18 Orang

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 09/04/2018 14:14 WIB
Korban Tewas Miras Oplosan Cicalengka Jadi 18 Orang Petugas memperlihatkan miras ilegal dan miras oplosan yang akan dimusnahkan di Monas, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, mengungkapkan sebanyak 18 orang tewas akibat korban minuman keras (miras) oplosan ci Cicalengka, Bandung. Para korban disebut memperlihatkan gejala awal yang sama.

"Total yang meninggal ada 18 orang," kata Direktur Utama RSUD Cicalengka Yani Sumpena, di kantornya, Senin (9/4).

Dari 18 orang korban meninggal itu, satu di antaranya meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Cicalengka.


Data yang dihimpun di RSUD Cicalengka mengungkapkan jumlah korban total diduga akibat miras oplosan mencapai 41 orang. Sebanyak 17 orang diantaranya masih menjalani perawatan. Satu orang yang dirawat itu diantaranya dalam kondisi kritis.

"Sembilan orang berada di IGD dan delapan orang dirawat inap. Sementara sisanya bisa pulang, satu orang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung," imbuhnya.

Menurut Yani, seluruh pasien tersebut datang ke RSUD karena mempunyai masalah yang sama. Yakni, gejala keracunan akibat meminum sesuatu. Mulanya, korban mengalami keluhan pusing, mual, kehilangan kesadaran serta muntah.

Pemusnahan minuman keras di kawasan Silang Monas, Jakarta, beberapa waktu lalu.Pemusnahan minuman keras di kawasan Silang Monas, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa)

"Begitu masuk, pasien ditangani dengan SOP [standar prosedur]. Kita lakukan pemeriksaan dengan membilas lambung. Kalau muntah, muntahannya kita tampung, darahnya dibuat sampel," jelas dia.

Kandungan dalam darah dan muntahan pasien, kata dia, akan dibawa ke laboratorium. Hasil pemeriksaannya bisa didapat sehari sampai dua hari.

"Bagian tubuh tidak terlihat rusak. Dari sisi saluran pencernaan yang ada pendarahan, tapi dari luar enggak kelihatan. Kalau muntahan darah di saluran pencernaaannya ada iritasi," kata Yani.

Terpisah, Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan menuturkan korban minuman keras oplosan itu sudah berdatangan ke rumah sakit sejak Kamis (5/4). Para korban mengalami muntah-muntah dan pandangan tidak jelas.

Untuk itu, kepolisian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dalam mencari tahu penyebab kematian korban tersebut. Termasuk dugaan akibat minuman keras oplosan dengan memeriksa penjual berikut komposisi dalam minuman keras oplosan tersebut.

"Dari sisi medis kami masih menunggu untuk mengetahui penyebab kematian korban," tegasnya.


Korban Tewas di RSUD Majalaya

Sementara itu, korban tewas diduga miras oplosan juga terjadi di Majalaya, Bandung. Tiga orang yakni Gilang Maulana, warga Cikancung; Herdiana, asal Rancaekek; dan Murdianto dari Paseh, meninggal dunia.

"Yang masuk ada enam pasien, meninggal tiga orang," kata Direktur RSUD Majalaya Grace Mediana.

Ketiga pasien meninggal Senin pagi tadi. Sebelumnya, mereka masuk rumah sakit pada Sabtu (7/4) dengan keluhan pusing dan muntah-muntah.

"Satu pulang paksa, keluarga ingin dirawat keluarga. Dua sedang dirawat," ucap Grace. (hyg/arh)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA