"Total yang meninggal ada 18 orang," kata Direktur Utama RSUD Cicalengka Yani Sumpena, di kantornya, Senin (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sembilan orang berada di IGD dan delapan orang dirawat inap. Sementara sisanya bisa pulang, satu orang dirujuk ke RSUP Hasan Sadikin Bandung," imbuhnya.
Pemusnahan minuman keras di kawasan Silang Monas, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Dok. Istimewa) |
"Begitu masuk, pasien ditangani dengan SOP [standar prosedur]. Kita lakukan pemeriksaan dengan membilas lambung. Kalau muntah, muntahannya kita tampung, darahnya dibuat sampel," jelas dia.
Kandungan dalam darah dan muntahan pasien, kata dia, akan dibawa ke laboratorium. Hasil pemeriksaannya bisa didapat sehari sampai dua hari.
"Bagian tubuh tidak terlihat rusak. Dari sisi saluran pencernaan yang ada pendarahan, tapi dari luar enggak kelihatan. Kalau muntahan darah di saluran pencernaaannya ada iritasi," kata Yani.
Terpisah, Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan menuturkan korban minuman keras oplosan itu sudah berdatangan ke rumah sakit sejak Kamis (5/4). Para korban mengalami muntah-muntah dan pandangan tidak jelas.
"Dari sisi medis kami masih menunggu untuk mengetahui penyebab kematian korban," tegasnya.
Korban Tewas di RSUD Majalaya
Sementara itu, korban tewas diduga miras oplosan juga terjadi di Majalaya, Bandung. Tiga orang yakni Gilang Maulana, warga Cikancung; Herdiana, asal Rancaekek; dan Murdianto dari Paseh, meninggal dunia.
"Yang masuk ada enam pasien, meninggal tiga orang," kata Direktur RSUD Majalaya Grace Mediana.
"Satu pulang paksa, keluarga ingin dirawat keluarga. Dua sedang dirawat," ucap Grace. (hyg/arh)
Pemusnahan minuman keras di kawasan Silang Monas, Jakarta, beberapa waktu lalu. (