"Jadi tetap solid dan tetap teriakkan 'Love Indonesia' dan 'islam damai aman'," ujar Rhoma setelah mengikuti pembacaan putusan di PTUN, Jakarta, Selasa (10/4).
Partai Idaman, kata musikus dangdut akrab disapa Bang Haji Oma itu, akan tetap mematuhi keputusan hukum yang ada. Namun Rhoma menyatakan hakim tidak mempertimbangkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 53/PUU-XV/2017 yang mengharuskan KPU melaksanakan verifikasi terhadap seluruh partai politik peserta pemilu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (putusan MK) juga tidak dipertimbangkan dalam PTUN ini. Namun apapun keputusan saya hormati," kata Rhoma
"Partai Idaman patuh hukum walaupun pihak KPU melakukan pembangkangan konstitusi dengan tidak melaksanakan verifikasi sebagaimana diperintahkan oleh keputusan MK," kata dia.
"Namun, tadi yang di dalam pertimbangan majelis hakim, dia mempertimbangkan tentang putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bukan mempertimbangkan putusan ranah konstitusi (putusan MK) yang jadi alat bukti kami," ujar Rhoma. (ayp/wis)