Hal itu diutarakan saat Komarudin ditanya wartawan mengenai target waktu koalisi untuk mendeklarasikan Jokowi secara utuh.
"Saya kira Pak Jokowi kan sudah cukup, lebih dari cukup. Kan yang sudah resmi mengumumkan dukung Pak Jokowi NasDem, Demokrat. Eh maaf, mulut saya itu biasa jadi itu barang. Apalagi kalau kaget begini jadi," kata Komarudin di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Deklarasi itu kan bukan syarat konstitusi. Itu tidak diatur juga undang-undang, yang penting daftar ke KPU," kata dia.
PAN dan Demokrat masih belum menentukan sikap. Di sisi lain, PKS dan Gerindra sudah sepakat bersama untuk berkoalisi di 2019 meski belum ada calon yang bakal diusung.
Komarudin pun tak menampik jika muncul wacana satu poros alias calon tunggal dengan semakin banyaknya dukungan kepada Jokowi.
Menurutnya kemunculan wacana calon tunggal merupakan hal wajar dan merupakan bagian dari demokrasi.
"Sangat mungkin. Mau dua, mau tiga, sepuluh, ya tidak soal. Esensi demokrasi itu kan kebebasan. Tapi kebebasan yang bertanggungjawab juga," katanya.
Komarudin mengatakan pertemuan-pertemuan yang dilakukan Jokowi dengan sejumlah elite seperti Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono maupun Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merupakan bagian dari proses untuk mencari titik temu kesepahaman kepemimpinan ke depan.
Demokrat telah menegaskan partainya saat ini belum menentukan dukungan kandidat di Pilpres 2019. Rapat pimpinan nasional (rapimnas) Demokrat yang lalu menyebut keputusan itu akan diambil Juni.
"Demokrat dalam rapimnas kemarin selalu mengatakan tunggu bulan Juni. Jadi bukan tunggu bulan April," kata Ketua DPP Demokrat Dede Yusuf di kompleks parlemen, Jakarta, Senin malam (9/4).
(gil)