Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan batalnya relokasi lantaran negosiasi harga sewa yang tidak cocok antara pihaknya dengan pemilik lahan.
Menurut Arief, harga sewa yang ditawarkan pemilik lahan lebih tinggi dibanding harga yang ditentukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Namun, dia enggan mengungkapkan angkanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang lebih 800 pedagang Blok G itu pun akan direlokasi ke Blok F Pasar Tanah Abang. Sebanyak 651 pedagang di antaranya akan dipindah ke Blok F, sementara yang lainnya dipindah ke pasar basah.
Sebagian area di jembatan penghubung antara Blok F dan Blok G juga menjadi opsi Pasar Jaya.
"Tempat parkirnya memang kosong, jadi kita manfaatkan untuk itu untuk alternatif pertama. Alternatif kedua, kita pakai jembatan blok F, yang blok G ke F di tengah jalan, itu udah ada tempat usahanya 800. Cuma lagi ngomong sama developer kita," ujarnya.
Arief pun berharap agar seluruh pedagang bisa direlokasi ke TPS selambat-lambatnya pada bulan puasa, Mei 2018 mendatang.
Adapun Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang sudah terbit.
Rencananya, bangunan yang berdiri sejak tahun 1987 itu akan diruntuhkan untuk dibangun ulang dengan konsep transit oriented development (TOD) atau kawasan transit terpapdu.