Sobri menyebut Ma'ruf Amin bijak dalam menyikapi permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri. Ia juga mengaku lega mendengar penjelasan Ma'ruf tersebut.
Sobri menilai Ma'ruf bijak karena mendahulukan fikih dakwah dalam menyikapi orang yang tidak mengerti syariat seperti Sukmawati, tanpa menghalangi orang lain yang mau menuntut secara hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ma'ruf berharap umat Islam dapat menerima permintaan maaf Sukmawati ketika datang ke MUI. Menurutnya, sikap itu sebagai bentuk bimbingan kepada orang yang tidak mengerti syariat Islam dan mengakui kesalahannya.
Ketua Umum FPI Sobri Lubis (kiri) bertemu dengan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin. (Dok. MUI) |
"Saya memaafkan Sukmawati itu untuk membimbingnya, karena ia telah mengakui tak mengerti syariah dan meminta maaf kepada umat Islam. Saya hanya berharap tidak dituntut, tapi tak berarti melarang apalagi menghalangi orang yang mau menuntut secara hukum," ujarnya.
Ma'ruf mengatakan, hingga kini MUI secara institusi belum mengeluarkan sikap resmi.
Terkait persatuan umat, Ma'ruf dan Sobri sepakat untuk saling membangun kesepahaman dan berbagi tugas dalam dakwah serta tidak boleh saling menafikan. Mereka sepakat untuk tabayyun dan musyawarah agar tidak muncul kesalahpahaman.
Sobri menyatakan siap mendukung kebijakan MUI, terutama dalam melakukan nahi munkar dan menggalang persatuan umat Islam di Indonesia.
Sukmawati Soekarnoputri telah menyambangi kantor MUI Jakarta pada Kamis (5/4). Dia menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam melalui Ma'ruf Amin terkait puisinya yang menyoal syariat Islam, azan dan cadar.
Dalam pertemuan itu, Sukmawati berulang kali mencium tangan kanan Ma'ruf sebagai bentuk permohonan maaf. Ma'ruf pun meminta agar umat Islam memaafkan perbuatan Sukmawati.
Ketua Umum FPI Sobri Lubis (kiri) bertemu dengan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin. (Dok. MUI)