Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira menilai Prabowo merupakan calon yang paling potensial bertarung dengan Presiden Joko Widodo yang diusung partainya. Andreas menilai Prabowo memiliki elektabilitas tertinggi diantara para pesaing Jokowi lainnya.
"Tidak mengejutkan kalau akhirnya Prabowo diusung oleh Gerindra," ujar Andreas saat dihubungi, Kamis (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Andreas menganggap peluang koalisi Gerindra dengan PKS bisa menambah kesiapan Prabowo dalam menghadapi Jokowi.
"Kalau sekarang Pak Prabowo sudah definitif mencalonkan diri, artinya paling tidak ada dua pasangan yang akan bertarung di pilpres yang akan datang," imbuh dia.
Kewaspadaan PDIP, kata dia, berkaca dari kekalahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Lihat juga:Isu SARA, Cara Ampuh Menggerus Ahok-Djarot |
Lebih dari itu, ia melihat pilpres kali ini tetap dinamis meski diprediksi hanya dua pasangan capres. Oleh karena itu, PDIP bakal maksimal memenangkan Jokowi lewat berbagai cara, baik secara langsung turun ke masyarakat atau media teknologi informasi dan komunikasi.
"Perangnya darat dan udara. Cara terbaik adalah tetap rendah hati dan waspada," ujarnya.
Berbagai survei menempatkan Jokowi di peringkat teratas elektabilitas capres, jauh mengungguli Prabowo. Survei Polcomm Institute menyebut elektabilitas Prabowo sebesar 29,67 persen, sementara Jokowi sebesar 49,08 persen.
Sebelum Pilkada DKI 2017, elektabilitas Ahok, yang diusung PDIP, jauh mengungguli lawan-lawannya. Begitu diterpa isu penistaan agama, elektabilitasnya pun mulai dikejar lawannya hingga akhirnya dikalahkan Anies Baswedan.
(arh/gil)