"Apakah Anda tahu soal statement 'Bakpao' dengan Novanto kemarin?" Tanya Jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (12/4).
"Saya enggak tahu, kan bicara itu memang banyak soal lelucon," jawab Rudy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar ucapan tersebut, Jaksa menanyakan kembali maksud lelucon yang diungkapkan Rudy.
Rudy sempat kaget. Dia buru-buru langsung menambahkan pernyataannya. "Maksudnya di media ini kan jadi bahan tertawaan," ujar Rudy.
Terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus e-KTP Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/3). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Usai kecelakaan mobil Setnov bersama mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch pada 16 November 2017, Fredrich menyebut terdakwa korupsi proyek e-KTP itu mengalami luka serius.
"Perlu MRI, luka di bagian sini [Fredrich menunjuk pelipis], benjol besar segede bakpao," cetusnya, ketika itu, di RS Medika Permata Hijau.
Rudy juga diketahui sempat disuruh Fredrich untuk mengecek fasilitas Rumah Sakit Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto mengalami kecelakaan dan masuk RS tersebut, pada Kamis (16/11/2017).
Namun, Rudy mengaku tidak mengetahui tujuan dari pengecekan fasilitas tersebut. Ia hanya menduga bahwa Fredrich sendiri yang akan menggunakan RS itu.
"Karena yang saya tahu, maaf, terdakwa [Fredrich] juga lagi sakit jantung dan menjalani perawatan," ungkap dia.
Terdakwa kasus perintangan penyidikan kasus e-KTP Fredrich Yunadi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/3). (