"Saya enggak bisa mengatasnamakan (PA 212). Tapi sepertinya para ulama dan habib PA 212 sudah jelas. Saya enggak mendahului, cuma arahnya bukan ke Pak Jokowi," kata Amien usai mengikuti gerakan Indonesia salat subuh di Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).
Amien mengatakan pamor Jokowi makin menurun belakangan ini. Dia menyebut ada kesalahan bertubi-tubi yang dilakukan Jokowi dan kubunya. Ketua Majelis Kehormatan PAN itu mengatakan masyarakat makin cerdas dan mengetahui kesalahan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, meminta agama dipisahkan dari politik. Ada kesalahan perpres, kepres tenaga asing sebanyak mungkin dimasukkan. Kesalahan Sukmawati bilang kidung lebih merdu dari azan. Kemudian ada kesalahan pengelabuan, misal dikatakan utang Rp4 ribu triliun enggak maslaah, jual macam-macam BUMN enggak masalah," katanya.
Anggota Penasihat PA 212 Eggi Sudjana yakin seruan ganti presiden 2019 bakal bertambah besar. Gelombang seruan itu makin membesar ketika komunitas umat Islam mengikuti gerakan Indonesia salat subuh.
Eggi menyarankan agar tidak ada lagi poros ketiga. Dia juga berharap PAN dan PKB bisa merapat ke koalisi partai pendukung Prabowo.
"Kita sekarang sudah head to head Jokowi-Prabowo. Kita berikan sekali lagi kesempatan ini, jangan pecah umat. Kalau mau dibagi, ada partai pendukung penista agama, ukurannya waktu (kasus) Ahok. Ada partai yang mendukung gerakan umat Islam," katanya.
Namun hingga kini PA 212 belum menyatakan dukungan pada salah satu calon presiden 2019 secara resmi. Mereka masih menunggu perintah pembina tunggal PA 212 Muhammad Rizieq Shihab. Namun menurut Eggi, dukungan mengarah pada Prabowo.
"PA 212 kami tunduk perintah Habib Rizieq," kata Eggi.