"Tidak perlu kita menyodorkan diri, memaksa-maksa, karena sekarang yang dibutuhkan adalah Indonesia yang aman, damai, tenteram," ujar Romy saat memberikan sambutan dalam musyawarah nasional (munas) alim ulama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4).
Romy mengaku kerap ditanya sesama pimpinan partai terkait maraknya billboard atau papan reklame yang memajang foto wajahnya di sejumlah tempat. Ia membantah billboard itu menjadi ajang 'pemanasan' buat dia maju sebagai bakal cawapres mendampingi Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Romy, pihaknya tak bisa serta merta mendeklarasikan diri sebagai cawapres bagi Jokowi. Sebab, ia harus berkomunikasi dengan partai koalisi pendukung Jokowi lainnya. Pemilihan cawapres ini, kata dia, ibarat pinangan laki-laki kepada perempuan.
"Kita tidak tahu cakap atau tidak (jadi cawapres). Kalau yang menilai orang lain baru pantas disandingkan," ucapnya. (osc/wis)