Hal itu dikatakannya saat ditanya soal kesiapannya untuk maju sebagai cawapres, saat ditemui di Yogyakarta, Minggu (15/4) malam.
"Kalau saya bilang tidak ada [komunikasi] berarti saya dusta. Kan tidak boleh mantan pimpinan KPK dusta, harus jujur. Maka saya harus katakan ada partai-partai menengah, dua atau lebih, [yang berkomunikasi]," ucap dia, dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bukan orang yang punya kapital luar biasa yang bisa turun bertarung. Saya paham betul posisi saya," aku dia.
"Apapun amanah itu, termasuk amanah untuk menjadi cawapres, capres, jadi ketua KPK kembali, maupun jadi wartawan," kata Abraham.
Kendati demikian, Abraham belum bisa memutuskan kepada capres mana ia menyatakan kesiapannya sebagai cawapres. "Kalau anda menyebutkan nama maka saya harus salat istikharah dulu apakah saya ke A atau ke B," kata dia.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pernah mengungkapkan ada enam pertemuan antara pihaknya dengan Abraham, sebelum Mei 2014. Hal itu diungkapkannya setelah KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi, 2015.
Abraham kemudian dilaporkan ke kepolisian dan ditetapkan sebagai tersangka. Jokowi kemudian memutuskan pengesampingan perkara (seponering) atas kasus itu. (arh)