Sebab, pernyataan itu hanya memicu kebencian terhadap parpol dan tak meningkatkan kualitas demokrasi.
"Amat disayangkan, AR nampaknya lebih memilih jalan kontroversi dari pada edukasi. Memilih ingar bingar serampangan daripada refleksi. Pernyataan-pernyataan yang rasanya bahkan tidak juga membantu partai yang didirikannya untuk meraih suara," ujar Ray, melalui pesan singkat, Minggu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, pernyataan semacam itu hanya makin menyuburkan situasi politik yang tak kondusif akibat maraknya isu SARA, fitnah, caci maki, ujaran kebencian.
Sebelumnya, Amien mendikotomikan partai politik di Indonesia menjadi dua kutub, yakni partai setan dan partai Allah, saat memberikan tausiah dalam Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (13/4).
Menurut Ray, penyebutan tiga parpol itu sebagai 'partai Allah' memberi arti bahwa parpol lain yang tak disebut sebagai bukan 'partai Allah'.
"Tak perlu berbelit untuk memahami kerangka berpikir demikian. Kecuali, pernyataan itu dibuat umum, tanpa menyebut contoh partai yang masuk kategori partai Allah," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay menyebut bahwa ucapan Amien itu tidak mengandung unsur ujaran kebencian karena hanya menjabarkan lebih lanjut ayat.
Sementara, hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada November 2017 menyebut ada penurunan signifikan raihan suara PAN dari Pileg 2014. Yakni, dari 7,6 persen menjadi 2 persen.
(arh)