"Kami minta kepada pak Amien di hari tua beliau, statement beliau lebih bijak. Diksi-diksi yang dipergunakan lebih tidak menimbulkan keterpecahbelahan di antara kita, anak-anak kita bangsa itu sendiri," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (16/4).
Arsul menilai pernyataan Amien yang mendikotomikan partai setan dan partai Allah memicu pertengkaran dan perdebatan yang tidak produktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, menurut Arsul, pernyataan Amien tidak perlu diselesaikan melalui jalur hukum. "Tetapi sekali lagi yang ingin kita tekankan, beliau itu di hari tua agar lebih bijak," katanya.
"Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.
Usai memberikan tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.
Pernyataan itu memicu polemik. Amien bahkan dipolisikan oleh Cyber Indonesia karena menganggap pernyataan tersebut mengandung kebencian.
Pasal yang disangkakan kepada Amien yakni pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 (UU ITE) dan atau pasal 156A KUHP. (wis/gil)