Korban tewas adalah orang-orang yang berada di sanggar seni nahas tersebut, termasuk seorang dalang bersama anaknya dan lima murid dari SMPN 1 Gegesik yang sedang menggelar kegiatan.
"Totalnya ada sekitar 18 orang di dalam sanggar, pas kejadian ada 11 orang, menyebabkan 7 orang meninggal termasuk dalang Herman Basari dan anaknya," kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cirebon Selly Gantina saat diwawancara CNN Indonesia TV, Senin (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahu-tahu sudah jatuh. Saat itu kondisi sedang lalu lalang masyarakat," ujar Iful.
Seluruh korban tewas sudah dievakuasi oleh aparat kepolisian dan masyarakat yang datang membantu. Namun untuk korban tertimbun reruntuhan masih ada satu orang yang dalam proses evakuasi.
"Tiga yang terluka dalam kondisi kritis, satu orang kami rujuk ke Rumah Sakit Gunung Jati yang lebih besar," ujar Selly.
Iful menduga sarang burung walet runtuh karena sudah beusia cukup lama. "Mungkin dari perawatan kurang. Jadi terlihat rapuh," katanya.
Sementara Selly menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan merobohkan sarang burung walet itu untuk mencegah bagian lain mengalami keruntuhan.
(wis)