Kutipan itu tepatnya ada di dalam surat Almujadilah ayat 19 dan 22. Menurut Eggi, kata 'Hizbu' di ayat 19 jika diartikan ke dalam bahasa Inggris berarti 'party'. Sementara 'Party' menurutnya jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti 'partai'.
Namun jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, ujar Eggi, kata 'Hizbu' berarti 'golongan'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golongan setan itu, kata Eggi, kemudian diperjelas di ayat berikutnya, yakni Surat Almujadilah ayat 22. Dalam ayat itu dijelaskan dengan rinci golongan setan adalah orang-orang yang berkasih sayang terhadap orang-orang yang menentang Allah dan Rasulnya.
Eggi, yang juga dewan penasehat persaudaraan alumni (PA) 212, menjelaskan dari perspektif dua ayat tersebut bisa diambil kesimpulan pihak yang melaporkan Amien Rais ke Polda Merto Jaya sama saja melaporkan isi Alquran.
"Bagiamana kok isi Alquran dilaporkan? Apa ada larangan menyampaikan Alquran? Soal huzbulllah dan hizbusyaiton itu kan berlaku sepanjang zaman," tegas Eggi.
Eggi lantas mengingatkan perdebatan dasar negara Indonesia oleh para pendiri bangsa yang akhirnya menemui titik tengah dengan menampilkan Ketuhanan Yang Maha Esa di sila pertama pancasila.
Ketuhanan Yang Maha Esa itu menurut Eggi merujuk untuk Allah yang disebut dalam mukadimah UUD 1945 alinea ketiga. Jadi menurut Eggy dalam penafsiran ilmu perundang-undangan yang dimaksud batang tubuh Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Allah.
"Allah itu punya hukum, namanya hukum Islam. Pak Amien itu menyampaikan pikirannya yang berdasarkan hukum Allah di dalam Alquran," kata Eggi.
Foto: CNN Indonesia/Andry NovelinoDikotomi partai setan dan partai Allah yang disampaikan Amien Rais menimbulkan polemik |
Lagipula, kata Eggi, Amien Rais tidak menyinggung partai-partai mana saja yang termasuk dalam partai atau golongan setan itu. Namun, mengacu pada pemilu DKI Jakarta 2017 lalu, Eggi menilai partai-partai yang ditafsrikan dalam golongan setan di surat Almujadilah itu terlihat jelas.
"Ada partai-partai Islam yang dukungannya kepada non muslim, padahal itu jelas-jelas dilarang dalam Alquran surat Almaidah ayat 51. Itu jelas sekali mereka tidak peduli Alquran, kok itu tidak dilaporkan ke polisi?. Harusnya mereka yang dilaporin ke polisi karena tidak sesuai Alquran," sindir Eggi.
Tak hanya soal partai-partai pendukung terpidana penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Eggi juga menyinggung polemik puisi 'Ibu Indonesia' Sukmawati Soekarnoputri. Menurut dia, Sukmawati yang jelas-jelas menyinggung Islam harusnya segera diproses pihak kepolisian.
Eggi pun mengkritisi pelaporan yang dilakukan Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi. Menurut dia, UU KUHP itu mengacu pada UUD 1945 yang di dalamnya secara gamblang mengatakan negara ini berdasarkan Tuhan yang berarti juga Allah. Eggi meminta Aulia mencabut laporan terhadap mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut.
Eggi pun meminta kepolisian tidak memproses laporan karena pernyataan Amien Rais menurutnya tak mengandung unsur hukum pidana.
"Kalau tetap dipaksa dijadikan hukum pidana maka pelapor dan polisi sudah bersekutu mengadili Alquran," kata Eggi.
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino