"Mereka sendiri menamakannya sebagai kelompok PPP Khitah yang terdiri dari dua kubu, baik kubunya Djan Faridz maupun kubunya Pak Romi," kata Yusril usai mendampingi kliennya, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/4).
Yusril mengatakan pindahnya sejumlah kader PPP itu lantaran tak kunjung dipertumukan pada solusi atas konflik internal dan tak setuju dengan kebijakan pimpinan partai. Para kader PPP itu disebut tak setuju dengan keputusan mendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Menteri Sekretaris Negara itu mengklaim sudah banyak kader partai berlambang Kakbah di daerah yang bergabung ke partainya. Yusril menyebut salah satu contohnya adalah mantan Ketua PPP Aceh, Abu Yus yang bergabung ke partainya.
"Di daerah juga sudah banyak sekali yang bergabung, terutama di Aceh misalnya ada Abu Yus yang sangat terkenal, Ketua DPR Aceh dulunya PPP juga sudah bergabung ke PBB," kata dia.
Politikus PPP Ahmad Yani sebelumnya menyatakan sejumlah kader partainya akan menyeberang ke PBB. Menurut Yani, bukan hanya elite partai, para kader dan pemilih yang jumlahnya mencapai dua juta juga akan bergabung dengan partai besutan Yusril itu.
Namun, rencana 'bedol desa' ini belum resmi lantaran PPP Khitah baru akan menggelar rapat pengambilan keputusan di Yogyakarta pada Jumat (20/4).
Selain Yani, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengaku sudah diminta Yusril untuk bergabung. Namun, Lulung masih mempertimbangkan kepindahannya itu sampai ada keputusan untuk mengembalikan jabatannya sebagai Ketua DPW PPP Jakarta. (gil)