Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan data sementara BNPB jumlah pengungsi mencapai 526 Kepala Keluarga atau sekitar 2.104 jiwa.
"Jumlah pengungsi tersebar di beberapa titik pengungsian di empat desa di Kecamatan Kalibening yaitu di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan dan Desa Sidakangen," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Banjarnegara, gempa menyebabkan dua orang meninggal dunia, 21 orang luka dan 316 rumah rusak.
Dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut adalah Asep (13) siswa kelas 5 SD warga Desa Kasinoman dan Ny. Kasri (80) warga Dusun Bakalan Desa Kasinoman. Sedangkan, sebanyak 21 orang luka-luka kini masih dirawat di puskesmas dan di rumah sakit daerah.
"Korban sebagian besar disebabkan tertimpa oleh bangunan yang roboh," katanya.
"Diperkirakan jumlah rusak bertambah mengingat belum semua rumah rusak didata, baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan," katanya.
Sutopo mengatakan pendataan masih dilakukan oleh petugas gabungan. Dia juga meminta agar masyarakat tenang dan tidak terpancing pada isu-isu menyesatkan.
Selain itu, sebanyak 180 personel tim gabungan dari BPBD Banjarnegara bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi dan penyelamatan korban gempa.
"Posko tanggap darurat, dapur umum, pos kesehatan, dan pos pengungsian telah didirikan di Kecamatan Kalibening. Pos pengungsian didirikan di empat desa yang di bagi beberapa titik di masing-masing desa," katanya.