"Kampung Aroanop sudah aman dan terkendali dan kita dari TNI sudah menguasai dari pukul 05.30 WIT. Pasukan pemukul saya empat tim sudah menguasai dari ujung kampung dan kita sudah laksanakan pembersihan," kata Dansatgas Terpadu Penanganan KKSB, Kolonel Infanteri Frits Pelamonia, di Timika, Kamis (19/4) seperti dikutip dari Antara.
Daerah itu sempat dikuasai oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata sebelum direbut oleh TNI. KKSB disebut sempat melakukan tindakan kekerasan dan perampasan terhadap sembilan guru SD Negeri Aroanop pada Jumat (13/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui pantauan udara, Frits mengungkapkan pihaknya masih melihat dua KKSB berkekuatan lima sampai enam orang, dan 10 orang melarikan diri ke Kampung Jagamin.
"Jagamin ini merupakan salah satu jalur mereka untuk meloloskan diri. Jadi tadi kami mengejar tapi tujuan kami adalah mengevakuasi sehingga kami mengamankan ketinggian-ketinggian yang berada di jalur evakuasi tersebut," ujar dia.
Sebelumnya, pada 6 April lalu, TNI juga berhasil menguasai enam kampung yang diduga dikuasai oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Bandi, Tembagapura, Kabupaten Timika, Papua.
Proses menguasai wilayah Banti dimulai sejak Minggu (1/4) dan Senin (2/4), diwarnai kontak senjaya yang menimbulkan korban jiwa kedua pihak.
Dari pihak TNI, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan akibat baku tembak itu, seorang prajurit TNI dari Yonif 751/Raider, Prajurit Satu Vicky Rumpasium tewas. (gil)