Evakuasi 13 guru dilakukan oleh pasukan TNI AD yang tergabung dalam Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata.
Sebanyak 13 guru yang terdiri atas tujuh guru perempuan dan enam laki-laki tersebut dievakuasi dengan menggunakan dua helikopter milik TNI AD di bawah pimpinan Dansatgas Terpadu Penanganan KKSB, Kolonel Infanteri Frits Pelamonia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan Antara, isak tangis para guru pecah ketika turun dari helikopter. Para guru langsung berpelukan bahkan ada yang sempat pingsan, namun segera digotong ke mobil yang telah disediakan. Mereka kemudian diantar ke rumah masing-masing oleh para kepala sekolahnya.
Ia mengaku sempat berkomunikasi dengan para gurunya melalui sambungan telepon seluler pada Kamis (12/4) dan berencana menghubungi Kepala Kampung Aroanop pada Jumat (13/4) terkait dengan rencana evakuasi guru ke Timika jika situasi keamanan tidak memungkinkan.
Ia juga mendapat kabar bahwa pada Jumat (13/4), para guru yang berada di Aroanop mendapat tindakan kekerasan dari KKSB yang diduga melarikan diri dari Kampung Banti setelah dilakukan operasi pengejaran oleh TNI.
Ia menyesalkan peristiwa tersebut, terlebih karena membuat para guru yang mengajar di tempat itu terancam keselamatannya sehingga harus dievakuasi.
"Yang saya sangat menyesal kenapa bisa terjadi padahal kami bertahun-tahun di sana tidak pernah terjadi," ucap Philipus. (wis/gil)