Hal itu disampaikan Ganjar beberapa menit menjelang debat terbuka Pilgub Jawa Tengah, Jumat (20/4). Menurut dia tidak ada satu pemimpin pun yang bisa menuntaskan masalah di daerah hanya dalam satu periode saja atau lima tahun pemerintahan.
"Orang satu periode bisa menuntaskan, bohong itu," kata Ganjar kepada CNN Indonesia TV.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"10 tahun juga belum tuntas, tetapi menuju perbaikan," tuturnya.
Misi Ganjar adalah menempatkan rakyat sebagai subjek dalam proses pengambilan keputusan, serta penentuan arah pembangunan.
Ganjar juga ingin memperkuat penyelenggaraan pemerintah yang bersih, jujur, dan transparan demi terjaminnya pelayanan publik. Selain itu, ia ingin menyelenggarakan program-program pembangunan guna menjamin kesejahteraan rakyat.
Ia lalu menyebut ada tiga kunci dalam menyelesaikan persoalan di Jawa Tengah yakni pemerataan pembangunan, pembangunan inklusif, dan pembangunan berkelanjutan serta berkualitas.
Sudirman, misalnya, hanya menyoroti para pendukungnya di lokasi debat yang ia akui membuatnya bersemangat.
"Tak ada persiapan, tapi tadi banyak sekali pendukung dan itu menyenangkan," kata Sudirman di lokasi debat.
Sementara pasangannya, Ida Fauziah mengaku tak ada persiapan khusus sebab selama berkampanye telah melihat keadaan Jateng sesungguhnya.
"Enggak ada persiapan khusus, tetap jalan sosialisasi ke masyarakat, menyerap dan dengar aspirasi masyarakat. Mungkin di sini yang akan kami debatkan," kata Ida.
"Yang paling penting kan tiga hal dari 22 janji kerja, yaitu kurangi kemiskinan, menumbuhkan lapangan kerja, dan bangun pemerintahan yang bebas korupsi," kata dia. (wis)