Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh jembatan aman dilalui pemudik, sekaligus mengantisipasi tak ada insiden jembatan ambruk seperti yang terjadi di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu.
"Iya saya sudah usulkan ke Kementerian PUPR dan sudah direspon untuk audit," kata Setyo saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menteri PUPR sudah merespon bahwa sebelum lebaran sudah diaudit semua dan dinyatakan aman," kata Setyo.
Lihat juga:Jembatan Penghubung Lamongan-Tuban Ambruk |
Jumlah tersebut didominasi roda dua yang mencapai lebih dari 2,6 juta unit. Sedangkan kendaraan roda empat berjumlah lebih dari 394 ribu unit.
Seperti yang diberitakan, insiden ambruknya Jembatan Widang menewaskan dua orang dalam truk yang sedang melintas pada Selasa (16/4) lalu. Insiden ini mengakibatkan tiga unit truk dan satu unit sepeda motor terjebur ke Sungai Bengawan Solo.
Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Iwan Zarkasi, mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke kementerian PUPR jembatan tersebut sudah tidak bisa menampung beban yang terlalu berat.
"Tiap jembatan itu karakteristiknya beda-beda. Masalah overload ini baru indikasi, tentu perlu dilakukan investigasi lebih dalam," ujar Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Iwan Zarkasi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/4). (agr/evn)