Dilarang SBY Bicara, Roy Suryo Duga Ada Oknum Cari Muka

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Minggu, 22/04/2018 17:54 WIB
Dilarang SBY Bicara, Roy Suryo Duga Ada Oknum Cari Muka Roy Suryo menduga ada oknum yang berusaha mendompleng isu larangan berbicara kepada publik dan media dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menduga ada oknum yang berusaha mendompleng isu larangan berbicara kepada publik dan media dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan Roy menanggapi kabar SBY yang melarangnya berbicara.

"Meski sebenarnya (dari beberapa sumber terdekat dari Beliau) disampaikan ada 'satu-dua oknum' yang konon berusaha mencari muka secara internal dan panggung secara eksternal, tetapi biarlah itu menjadi urusan kami," kata Roy lewat pesan singkat, Minggu (22/4).



Roy mengaku bukan tipe orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, dan mengumbarnya keluar apalagi jika itu adalah sahabat sendiri.

"Dalam falsafah daerah yang selalu saya pegang ini adalah 'Mikul Dhuwur Mendhem Jero', saya justru doakan mereka mendapatkan rida dari Allah SWT," ujarnya.

Roy menjelaskan kembali bahwa pada mulanya dia mendapat pesan via aplikasi WhatsApp dari ajudan SBY, Sabtu (21/4), pukul 14.38 dan 15.02 WIB.

"Saat itu juga -sebagai kader partai yang sangat tahu fatsun dan etika organisasi- langsung saya Jawab 'siap, pesan diterima dengan baik dan dilaksanakan. Terimakasih'," kata Roy.

Sikap tersebut menurut Roy diambil dengan sepenuh hati tanpa ada niatan untuk balik bertanya soal alasan pelarangan tersebut. Roy menganggap 'teguran' itu sebagai sikap 'ngemong' atau pembinaan dari SBY.

"Itu sikap 'ngemong' selaku Ketum Partai terhadap semua kadernya, sehingga saya haturkan Terimakasih," kata Roy.


Namun demikian, yang justru membuatnya janggal, pesan WA itu sebenarnya hanya terkirim kepada tiga nama dalam tujuan. Pertama kepada dirinya, kedua kepada Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Kadiv Komlik Partai Demokrat Imelda Sari.

"Sehingga secara teknis tidak mungkin 'bocor' kepada pihak-pihak lain, kecuali kepada tiga nama yng disebut dan dikirim oleh ajudan Bapak SBY," kata mantan Menpora itu.

Menurut sumber Roy, ada pihak yang sengaja membocorkan pesan yang seharusnya bersifat internal dari SBY kepada ketiga kadernya itu. Bocoran itu sampai ke wartawan.

Saat dikonfirmasi soal pelarangan tersebut, Kadiv Komlik Partai Demokrati Imelda Sari berkilah belum mengetahui detail soal itu. Imelda mengaku saat ini sedang di bertugas di luar kota dan akan memberikan informasi setelah melakukan pengecekan ke DPP Demokrat.

Selain Imelda, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan juga belum bisa dimintai konfirmasi. (gil)