SBY mengklaim kerap mendapat keluhan dan laporan dari masyarakat di daerah tentang maraknya tenaga kerja asing. Dia tidak meminta secara spesifik kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan tentang Perpres tersebut.
"Entah presiden, entah siapapun, jelaskan kepada rakyat. Berapa jumlahnya, dari negara mana, kerja di daerah mana saja," ujar SBY saat berdialog dengan ulama dan santri di kota Cilegon, Banten, Minggu (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perpres kemudian tersebut menuai polemik. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bahkan berniat menggulirkan wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tenaga kerja Asing.
Berkaitan dengan kondisi ekonomi yang menyebabkan pemerintah membuka keran untuk pekerja asing, SBY mengaku pernah memberikan pesan kepada Jokowi untuk mengelola perekonomian.
Pesan SBY itu diungkapkan saat Jokowi menghadiri Rapimnas Demokrat di Sentul, Bogor. Saat itu, SBY ingin Jokowi mempertahankan perekonomian nasional, termasuk soal pengelolaan utang negara.
"Utang itu tidak salah, asalkan digunakan untuk pembangunan, sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, memajukan ekonomi dan utang itu jumlahnya tidak boleh berlebihan," kata SBY.
(ugo/yan)