Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Agus Santosa mengatakan bandara ini merupakan pengembangan dari Landasan Udara (Lanud) Wirasaba TNI Angkatan Udara.
"Seperti pesan Presiden Jokowi, Lanud ini mulai sekarang akan dioperasikan menjadi sipil juga," kata dia, di Lanud Wirasaba, Purbalingga, Senin (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanud ini awalnya dibangun pemerintah Belanda pada 1938 dan dikuasai Jepang sejak 1942-1945.
Kemudian pada 17 November 2017, terbentuk nota kesepahaman antara TNI AU, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Pemprov Jawa Tengah, Pemkab Purbalingga, dan PT Angkasa Pura II Persero mengembangkan Lanud menjadi Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Agus memperkirakan pengembangan landasan pacu selesai tahun depan. "Jadi penerbangan bisa dimulai pada 2019 dengan kondisi sekarang ini target utama 300 ribu penumpang per tahun," tuturnya.
Selain landasan pacu, pengembangan akan dilanjutkan dengan pembangunan menara navigasi yang akan dikerjakan Perum LPPNPI atau AirNav dan operasional seluruhnya dikerjakan PT Angkasa Pura II.
Selain bandara di Purbalingga ini, pemerintah menargetkan bisa mengoperasikan sejumlah bandara lain tahun ini.
Selain itu, ada tiga bandara yang akan dikembangkan pada 2018 yakni Lanud Notohadinegoro (Jember, Jawa Timur), dan Bandara Ngloram (Cepu, Blora, Jawa Tengah). (arh/sur)