"Ya, namanya mesin. Siapa yang bisa mengontrol mesin? Kalau yang akses banyak, server jadi crowded dan ada yang bisa tersambung maupun tidak," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad, di kantornya, Jakarta, Senin (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah itu, imbuhnya, tetap terjadi meski Kemendikbud menambah jumlah server untuk UNBK.
"Ya, ikuti saja dengan baik. Tidak usah terlalu hawatir dan nggak usah menoleh kanan-kiri karena soalnya beda. Percaya diri saja mengerjakan dengan kemampuan," katanya.
Sebelumnya, sejumlah orang tua murid menyalurkan keluhan anaknya terkait masalah server UNBK yang bermasalah. Salah satunya adalah Inung, orang tua dari Kenya Maharani (15) yang terhambat satu jam dalam mengerjakan UN.
Kenya merupakan siswi kelas tiga Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Khairiyah, Mampang, Jakarta Selatan. Menurut Inung, Kenya seharusnya mengerjakan UNBK pada sesi I pukul 07.30 - 09.30 WIB.
"Bun, tadi server-nya ngadat. Nambah satu jam," kata Inung menirukan ucapan anaknya.
Sebanyak 4.296.557 siswa SMP dan MTs mengikuti UN yang diselenggarakan pada 23 April hingga 26 April 2018.
UN untuk tingkat SMP digelar di 55.719 SMP/MTs. Dari jumlah tersebut, terdapat 27.110 sekolah yang menyelenggarakan UN menggunakan kerta dan pensil. Sementara sisianya, 28.609 sekolah sudah berbasis komputer. (arh/sur)