Fadli memastikan Gerindra tetap mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.
"Kami di Gerindra sudah melalui proses internal bahwa yang kami calonkan Prabowo," ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018. Survei tatap muka dilakukan kepada 1.200 responden. Margin of error penelitian +/- 2,8 persen.
Beberapa hal yang akan meningkatkan elektabilitas Prabowo, kata Fadli, terkait dengan sejumlah kebijakan pemerintah Jokowi yang tidak berjalan optimal bagi masyarakat. Selain itu, minimnya lapangan kerja dan perekonomian Indonesia yang diklaim menurun juga bisa menambah dukungan bagi Prabowo.
"Jadi menurut saya survei ini hanya indikator awal. Pada waktunya tentu nanti ada kontestasi yang sesungguhnya dan rakyat yang menentukan," ujarnya.
Fadli juga menegaskan tingkat kepuasan masyarakat terhadap calon petahana tidak selalu menentukan kemenangan pemilu. Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta, kata Fadli, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah meski elektabilitasnya mencapai 70 persen.
Terlepas dari urusan elektabilitas, Fadli menyarankan lembaga survei di Indonesia mencontoh lembaga survei di Amerika serikat yang berani mendeklarasikan sumber pendanaan surveinya. Hal itu untuk memastikan kredibilitas hasil survei yang diterbitkan oleh setiap lembaga survei.
"Jadi ada transparansi. Jangan dia menipu rakyat dengan seolah-olah independen padahal belakangnya ada donatur," ujar Fadli.
Prabowo Dijegal
Fadli menyesalkan ada pihak yang sengaja membangun opini agar Prabowo menjadi cawapres atau king maker dalam Pilpres tahun 2019.
Menurutnya, isu tersebut tidak sehat bagi demokrasi.
"Saya heran kenapa berusaha supaya tidak Pak Prabowo. Ini ada upaya penggiringan opini," ujarnya.
Fadli berharap semua pihak berkompetisi sesuai dengan aturan yang berlaku dan menghormati keputusan Gerindra mencapreskan Prabowo.
"Nanti rakyat memilih mana yang dianggap bisa membawa kebaikan atau perubahan terhadap berbagai bidang kehidupan," ujarnya.
Lihat juga:SBY: Insya Allah Ada Pemimpin Baru 2019 |