"Tadi saya baru saja melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum, kami menerima dua kelompok. Pertama dari kelompok dari Forum Pemerhati Transportasi Online dan yang kedua dari para pelaku transportasi online dari Garda (Gabungan Roda Dua) Indonesia," kata Fary dalam orasinya di depan demonstran ojek online.
Fary mengatakan ada tiga hal penting yang disampaikan dari perwakilan pengemudi ojek online dalam pertemuan di DPR. Pertama, regulasi hukum yang jelas bagi transportasi online roda dua. Dia mengatakan memang perlu ada peraturan yang jelas dari pemerintah untuk bisa melindungi transportasi roda dua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Komisi V, Fary Djemy Francis (kiri) (CNN Indonesia/Aulia Diza) |
"Yang kedua aplikator-aplikator bisa menjalankan kemitraanya dengan baik," kata Fary.
Hal terakhir, berkaitan dengan penetapan tarif. Menurut Fary, selama ini tarif diatur oleh aplikator yang menurut para pengemudi sangat tidak menyejahterakan.
"Sebenarnya besok Pak Menteri Perhubungan tidak bisa, tapi kita memaksa untuk melakukan pertemuan pada hari Rabu," kata politikus Partai Gerindra ini.
"Lusa, kita minta tidak usah banyak-banyak ya, dua-tiga orang dari teman-teman driver juga ikut dalam rapat dan memantau kerja dari komisi V DPR RI," kata Fary. (osc/gil)
Ketua Komisi V, Fary Djemy Francis (kiri) (CNN Indonesia/Aulia Diza)