"Kita diskusi, lagi koordinasikan oleh teman-teman APPSI [Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia]," kata Sandi di kawasan Monas, Rabu (25/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi mengakui para pedagang ingin mendapat perhatian dari Pemprov DKI Jakarta dan mendapat lahan tempat berdagang sementara yang tidak berdampak pada sepinya pembeli.
Suasana Pasar Blok G pasar Tanah Abang yang sepi, Jakarta, 27 Desember 2017. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Karenanya, kata Sandi, Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan koordinasi agar rencana pembangunan sky bridge atau jembatan penghubung juga bisa memberikan dampak penjualan bagi para pedagang Blok G.
Rencana relokasi pedagang Blok G Pasar Tanah Abang ke tempat penampungan sementara (TPS) di lahan seluas 5.000 meter persegi di sebelah Hotel Pharmin, Jakarta.
Namun hal itu batal dilakukan karena tidak ada kecocokan dalam hal negosiasi harga oleh PD Pasar Jaya.
Pasar basah sendiri berada di Blok F bawah dan belakang Blok G. Sementara, area Blok F yang akan dibangun TPS sebelumnya adalah area parkir yang tidak terpakai.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta lewat Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melakukan revitalisasi Blok G Pasar Tanah Abang.
