"Korban jiwa bertambah jadi 21 orang, 38 orang luka, lima rumah terbakar," kata Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Henny Nurmayani, dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Api sudah padam pukul 05.00 WIB, namun gas masih terus keluar," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Aceh juga memberikan bantuan logistik untuk mengakomodasi keperluan para pengungsi. Bantuan tersebut berupa barang-barang kebutuhan primer dan peralatan memasak.
"Pemerintah Aceh memberikan bantuan peralatan dapur, perlengkapan makan, paket kesehatan keluarga, tikar, selimut, terpal, pakaian anak-anak dan paket sandang," terang Henny
Sumur pengeboran minyak ilegal yang dikelola masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur terbakar, pada Rabu (25/4) pukul 02.00 WIB. Kobaran api membumbung hingga setinggi 100 meter.
Sepuluh orang tewas di lokasi kejadian. Sementara sisanya meninggal saat dalam perawatan di rumah sakit. (arh/pmg)