Gerakan itu disebut diperlukan sebagai kendaraan politik karena eksekutif dan partai-partai tak bisa menyuarakan aspirasi buruhu.
Dari jumlah 150 ribu orang itu, Sekretaris Jendral Kelompok Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Daman Panca mengatakan 30 ribu orang di antaranya akan melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencana tetap di HI walaupun banyak larangan untuk melakukan long march dari HI. Kita sudah berkomitmen apapun resikonya tetap kita hadapi," kata Daman, di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/4).
"Yang mendesak itu apa? Keperluan politik alternatif. Yang dimaksud adalah gerakan buruh dan masyarakat membangun kendaraan politiknya sendiri," ujar dia.
Hal itu, lanjutnya, merupakan kebutuhan yang mendesak bagi buruh dan masyarakat sipil untuk menyuarakan pendapat. Sebab, parpol dianggapnya tak menyuarakan aspirasi warga.
Pada 29 April, pihaknya akan bertemu dengan kepolisian untuk memberikan Surat Pemberitahuan mengenai aksi demonstrasi May Day terebut. (arh/gil)