Kalpataru adalah penghargaan kepada individu atau kelompok atas jasanya melestarikan lingkungan hidup Indonesia. Sebanyak 84 peraih Kalpataru berkumpul dan menyampaikan usulan pembentukan organisasi itu kepada Megawati dalam acara Jaga Bhumi Festival di Surabaya, Sabtu (28/4).
Megawati yang juga pendiri Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) mengaku sangat mendukung peraih Kalpataru membuat forum atau organisasi yang bisa menjalin komunikasi dan menjadi wadah pembelajaran kepada mereka. Namun, ia mengingatkan supaya organisasi itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan lainnya.
"Saya sangat senang dan mendukung kalau mau dibuat organisasi, tapi semangat untuk membangun lingkungan dan rohnya Kalpataru harus tetap dijunjung tinggi, tidak boleh sampai hilang," ujar Megawati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tuan rumah Tri Rismaharini mengapresiasi gagasan pembentukan organisasi bagi para peraih Kalpataru.
Risma banyak menjelaskan perkembangan pembangunan lingkungan di Kota Surabaya. Mulai dari menanam padi dan sayur-sayuran di Balai Kota, pesatnya pertanian yang berimbas kesejahteraan para petani dan perkampungan yang warganya gemar menanam.
Selain itu, Wali Kota Risma menjelaskan program Minggu Pertanian yang dilaksanakan setiap bulan di Balai Kota Surabaya. Program itu bertujuan untuk memasarkan hasil pertanian di Kota Surabya.
"Boleh dicek di perkampungan kami, warga sudah semakin gemar menanam di lingkungannya masing-masing," tegasnya.
Wali Kota Risma pun memastikan akan terus membangun hutan-hutan kota di semua wilayah di Kota Surabaya baik di wilayah utara, barat dan selatan. (dik/wis)