Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan dari penelitian itu BIN memberikan perhatian terhadap tiga perguruan tinggi karena menjadi basis penyebaran paham radikal. Namun Budi tidak mengungkapkan identitas ketiga perguruan tinggi tersebut.
Berdasarkan penelitian tersebut, lanjut dia, juga diketahui peningkatan paham konservatif keagamaan. Pasalnya, dari penelitian diperoleh data 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad demi tegaknya negara Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menilai fenomena radikalisme di kalangan mahasiswa relatif sangat besar dari aspek potensi ancaman.
Dia juga menjelaskan 15 provinsi di Indonesia menjadi perhatian pergerakan radikalisme tersebut.
Budi lalu mengingatkan para mahasiswa harus mampu memilah yang baik dan buruk.
"Jangan mahasiswa justru diperalat oleh kelompok radikal untuk memecah belah tatanan masyarakat yang kita bangun," ujar Budi. (wis)